Tugas Online 12, ARS 103 Manajemen Pemasaran RS, Dosen Erlina Puspitaloka Mahadewi, Hasyim Ahmad (Edward Dian Suwito), 20180309112, Paska Sarjana MARS, Angkatan 7 (Kelas A) Universitas Esa Unggul, 2019
Tugas Online 12, ARS 103 Manajemen Pemasaran RS, Dosen Erlina Puspitaloka
Mahadewi, Hasyim Ahmad (Edward Dian Suwito), 20180309112, Paska Sarjana MARS,
Angkatan 7 (Kelas A) Universitas Esa Unggul, 2019
Pertanyaan
:
Seperti apa Pasar (Market)
di Rumah Sakit & Provider layanan kesehatan masa depan di Era
Marketing Digitalizasi?
Jawaban
:
Rumah
Sakit dan provider kesehatan lainnya di Era Marketing Digitalizasi ini harus
mengambil sikap tegas, apakah akan menjadi pengikut
saja terbawa arus, atau justru mati tergilas perubahan atau berupaya menjadi
pemenang. Pasar ( Market ) rumah sakit di dunia saat ini sedang
menghadapi Era Marketing Digitalizasi akan terjadi perubahan mendasar yang
sifatnya destruktif, menggantikan seluruh cara kerja yang lama dengan pembaruan
yang mendasar. Seperti apa Era Marketing ini adalah pembaruan
berbasis teknologi yang membuat sesuatu lebih mudah, lebih murah dan lebih
memenuhi kebutuhan pelanggan yang juga berkembang secara dinamik.Jadi
rumah sakit dan provider lain yang berkecimpung di bidang kesehatan harus mampu
dan cepat bertransformasi ke dalam era digital.
Bagaimana
cara manajemen Rumah Sakit dan Provider Layanan Kesehatan mengelola tantangan
Pasar MEA ke depan?
Jawaban
:
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) atau AFTA
yang telah didengungkan beberapa tahun terakhir ini akan kita hadapi cepat atau
lambat. Dengan dibukanya pasar bebas oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN berarti akan
ada serbuan tenaga kerja asing dari negara-negara Asia Tenggara, kita tidak
lagi hanya bersaing dengan orang Indonesia akan tetapi juga dengan orang asing
di dunia kerja. Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang
dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan
investasi di Asia Pasifik, banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen
domestik dan investor modal asing. Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi
perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia,
terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi
perusahaan-perusahaan swasta domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha
patungan (joint ventures)
dan waralaba (franchising).
Harus dapat dipahami oleh manajemen rumah sakit tujuan dari MEA adalah pertumbuhan
yang setara antara sesama negara-negara ASEAN. Artinya kita harus mampu
menyeimbangkan kualitas tenaga kesehatan medis/non medis yang bekerja di rumah
sakit maupun provider kesehatan lainnya di Indonesia dengan negara-negara
ASEAN.
Apa saja resiko MEA bagi Manajemen Rumah
Sakit dan Provider Layanan Kesehatan?
Jawaban :
MEA yang telah dipersiapkan beberapa
tahun belakangan ini akan menjadi tantangan bagi rumah sakit dan provider
kesehatan di Indonesia.Siap atau tidak pasti akan dijalankan.Tenaga asing dan
perusahaan kesehatan dari negara-negara ASEAN akan masuk dan berkompetisi di
sini. Manajemen rumah sakit harus mempersiapkan ini semua karena apabila tidak
siap pasti akan tertinggal karena inilah resiko yang terbesar bila kita tidak
mampu beradaptasi dengan cepat menghadapi tenaga medis /non medis dan
organisasi kesehatan dari luar. Yang pertama para
pemimpin rumah sakit dalam manajemen perlu betul-betul menyadari bahwa masa
depan itu sudah sampai , the future is now. Penggunaan artificial intelligent
sudah banyak menggantikan peran fasilitas kesehatan bahkan dokter.
Manajemen rumah sakit dan
provider kesehatan lain perlu melakukan transformasi budaya organisasi yang
memiliki sifat terbuka pada perubahan dan mendukung tumbuhnya perbaikan
berkelanjutan dengan digital mindset. Hal ini sangat penting untuk membawa
seluruh organisasi tidak hanya bertahan tetapi juga memenangkan situasi di era digital
ini. Ini adalah situasi yang sangat sulit karena mindset para pemimpin
rumah sakit di Indonesia yang masih selalu takut akan kemajuan teknologi dan
digitalisasi disamping mereka harus merubah cara kerja menerapkan digitalisasi
dalam pelayanan kesehatan.
Seperti apa mengelola Pasar RS di era
MEA & Globalisasi 4.0?
Jawaban :
Mengelola pasar
rumah sakit di era MEA dan Globalisasi 4.0 juga JKN memerlukan persiapan yang
matang dalam menghadapi digitalisasi di bidang kesehatan. Pencanangan Making
Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo adalah tanggapan pemerintah Indonesia terhadap
digitalisasi dalam dunia industri global yang sudah memasuki industry 4.0. Industry
4.0 memiliki karakteristik cyber physical systems, internet of things, cloud
computing and cognitive computing atau artificial intelligence. Walau kesehatan
tidak masuk dalam fokus Making Indonesia 4.0, kelima sektor manufaktur yang
menjadi fokus utama yaitu food and beverage, textile and apparel, automotive,
electronics and chemical semuanya akan berpengaruh langsung terhadap fasilitas
kesehatan. Disisi lain, digitalizasi in healthcare Indonesia juga terjadi dari
semua sektor. Era digital dalam dunia kesehatan menjadi tantangan sekaligus
peluang untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Namun masih banyak pemahaman yang salah mengenai disrupsi yang
hanya dikaitkan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT).
Selain
digitalisasi adapula factor non-digitalisasi yaitu harga dollar dan perubahan
peta perdagangan yang saat ini tengah gencar perang dagang antara Amerika dan
Tiongkok.Yang pasti akan mempengaruhi negara-negara ASEAN baik langsung ataupun
tidak langsung. Saat ini telah terjadi pergeseran dalam berbisnis di era
digitalisasi dan menyongsong Globalisasi 4.0 yaitu tidak hanya mengharuskan
kita mengubah dan beradaptasi cara
berbisnis namun sampai budaya bahkan ideologi berbisnis. Semua ini harus
direncanakan dan dipersiapkan dengan masak agar MEA dan Golobalisasi 4.0
menjadi sebuah tantangan yang positif bagi setiap manajemen rumah sakit dan
bukan menjadi sebuah ancaman.
Komentar
Posting Komentar